Senin, 26 Oktober 2020

Pengertian VPS, Cara kerja & Tahapan Instalasi dan Konfigurasi VPS

Your Ads Here

Pengertian VPS, Cara kerja & Tahapan Instalasi dan Konfigurasi VPS
Your Ads Here

Pengertian VPS

Nah teman teman mungkin kita sudah sering mendengar kata virtual sama halnya dengan Qemu, VirtualBox, VmWare dan hal lainnya yang erkaitan dengan virtual. VPS atau Virtual private server merupakan teknologi server side yang memungkinkan sistem komputer yang dibangun dari hardware dan sistem operasi dengan dukunan software virtual mampu menjalankan virtualisasi mesin yang berdiri secara mandiri dengan cara berbagi resource hardware dan sistem.

Konsep yang ditawarkan adalah sistem dalam sistem fisik. Artinya ada sistem yang secara virtual bekerja dalam sebuah sistem lain. Meski bersifat virtual, tetapi konsep kerja, memiliki ciri dan karakteristik yang sama dengan aslinya.

Proxmox VE adalah salah satu jenis perangkat lunak hypervisor berbasis open source yang diciptakan secara khusus dengan kemampuan clustering sekelas enterprise
Hypervisor adalah salah satu jenis teknologi virtualisasi berupa software dan hardware yang menjadi jembatan antara virtual mesin dengan hardware fisik server utama.

Tahapan Instalasi dan konfigurasi Virtual Private Server

Tahap yang dilakukan terlebih dahulu adalah setup sistem operasi proxmox
1. Persiapkan komputer yang akan dijadikan server proxmox dan pastikan data data dalam hard disk telah dibackup
a. CPU 64 bit baik Intel EMT64 atau ADM64.
b. Maindboard yang mendukung sistem virtualisasi seperti Intel VT atau AMD-V yang support KVM
c. Minimal 8 GB RAM
d. Teknologi RAID
e. Hard disk berkecepatan tinggi yang mampu bekerja dengan speed 15.000 rpm dan bekerja pada mode RAID 10
f. Minimal terdapat dua kartu jaringan atau lebih dan bertipe Gigaethernet.
Jika Kategori hardware tadi tergolong mahal maka ada minimum requirement yang harus dipenuhi untuk melakukan pengujian dan praktik instalasi Proxmox server, yaitu harus menggunakan CPU 64 bit yang didukung oleh chipset, mainboard berkemampuan virtualization, minimal kapasitas RAM 1 GB, hard disk minimal 200 GB, dan sebuah kartu jaringan.
2. Atur server dalam jaringan dengan ketentuan sebagai berikut
 
    a. Server proxmox
        1) IP address : 192.168.56.20/24
        2) Hostname : vps.tkj.net
        3) Gateway : 192.168.56.1/24
        4) OS : Proxmox
    b. Klien windows 8
        1) OS : windows 8
        2) IP address : 192.168.56.1/24

3. Unduh sistem operasi proxmox VE dan jangan lupa di burning di DVD atau flashdisk
 


4. Atur bios server agar pada posisi DVD Drive atau USB Drive pada first bootable sesuai dengan media instalasi yag digunakan. Keluar dan simpan konfigurasi BIO tersebut, restar server. Pilih Install Proxmox VE
 


5. Pada jendela persetujuan lisensi atau EULA, klik I Agree untuk melanjutlakan porse instalasi
 
6. Tentukan tipe hardisk lalu next


 
7. Atur pilihan country pada Indonesia, Time Zone dengan Asia/jakarta, dan keyboar U.S English, kemudian Next
 


8. Atur dan tentukan password admins serta e-mail address yang nanti digunakan untuk login, klik next
 


9. Atur konfiurasi jaringan pada proxmox sesuai dengan skema sebelumnya
 


10. Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi selesai, kemudian reboot komputer server

11. Untuk menguji konfigurasi porxmox telah berhasil maka harus diakses dari sisi komputer klien menggunakan web browser (pastikan koneksi ke jaringan telah terhubung dengan baik). Masukkan alamat url https://192.168.56.20:8006 pada web browser, akan tampil halaman login proxmox. Login dengan user yang telah dbuat sebelumnya sebagai contoh usr sistem Linux root maka pilihan realm yang digunakan adalah Linux PAM Standard Authentication
 


12. Berikut adalah tampilan web control panel Proxmox VE
 


Selanjutnya membangun virtual machine dengan debian 9 menggunakan mode LXC atau Container

1. Kelanjutan dari setup mesin server proxmox
2. Download template container debian 9
3. Masuk kedalam control panel server proxmox dengan username dan  password yang telah diatur sebelumnya
4. Masuk ke Drive Local – klik Content, kemdian pilih Upload 
 


5. Pada parameter Content, pilih opsi Container template. Selanjutnya klik Select File untuk mencari lokasi file image template OS Debian sebelumnya telah di unduh, kemudian klik Upload
 


6. Setlah proses upload container template selesai maka dalam jendela client terdapat daftar item template OS debian-9.0-standard_9.3-1_amd64.tar.gz.
 


7. Sekarang anda membuat container baru. Pada menu yang ada di pojok sebelah kanan atas, pilih Create  CT
 


8. Pada jendela pengaturan LXC Contaier, dalam tab general tentukan nama node, CT ID, Hostname,  resoucer pool, password dan SSH Public key.kemudian pilih next
 


9. Selanjutnya anda masuk pada tab pengaturan Template. Ubah pilihan storage dengan opsi local dan parameter template dengan template container debian-9.0-standard_9.3-1_amd64.tar.gz.
 


10. Ubah jenis Storage ke dalam opsi local-lvm dengan kapasitas 15 GB, klik Next
 


11. Berikutnya adalah menentukan jumla core CPU yang akan digunakan dalam container, dalam contoh menggunakan satu core, klik next 
 


12. Atur jumlah kapasitas RAM yang akan diberikan pada hardware virtual beserta besar memori SWAP pada contaner Debian 9
 


13. Setting konfigurasi jaringan pada Container Debian
 


14. Masukkan IP address dan domain DNS dari container, klik Next
 


15. Klik finish untuk mengonfirmasi bahwa konfigurasi pengatuan container telah selesai dan benar
 


16. Biarkan sistem Proxmox melakukan generate pembuatan container sampai selesai dikerjakan.
 


17. Berikut adalah tampilan container Debian dengan CT ID: 100 dan memiliki hostname Linux-server dalam web control panel.
 


18. Untuk menjalankan container, klik kanan – pilih start
 


19. Untuk mengakses dan meremoter mesin serevr (container) layaknya anda menghadapi dan menampilkan window baru yang menjalankan mode terminal console Debian
 


20. Pada tahapan ini anda sudah dapat mengakses dan mengontrol server secara langsung meski melalui interface web browser. Selanjutnya, melakukan instalasi dan konfigurasi beberapa paket aplikasi agar server dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan. Pastikan container telah terkoneksi dengan internet. Laukan update repository
 


21. Install paket aplikasi web server Apache2 dan SSh server.
root@linux-Server:~# apt install apache2 ssh
 


22. Default user root tidak dizinkan mengakses server secara langsung melalui layanan SSH. Oleh kerna itu, anda harus membuat user khusus untuk SSH
root@linux-Server:~#useradd smk –m –d/home/smk
root@Linux-Server:~# passwd smk
 


23. Untuk menguji apakah virtual server yang telah anda bangun pada proxmox dengan IP address 192.168.65.25 telah berjalan dengan baik dan dapat terhubung dengan jaringan, anda harus memerika koneksinya serta layanan serevr web dan SSH melalui komputer klien. Untuk menguji layanan web server tersebuf berjalan dengan baik, jalankan aplikasi web browser dari klien. Selanjutny, masukkan alamat url http:192.168.56.25 pada address bar lalu enter. Jika muncul halaman default web page dari Apache2 Debian container, berarti container server Debian yang dibangun telah bekerja dengan baik.
 


24. Selanjutnya melakukan pengujian remote akses melalui SSH mengguakan puttu, gunakan user dan password yang telah diatur sebelumnya.
 

nah sekian teman teman penjelasan tentang Virtual Private Server dan tahapan instalasi dan konfigurasi dari Virtual Private Server.

Blog ini adalah tempat untuk penyedia berbagai macam tutorial, tips, dan info menarik lainnya. Admin berharap pengunjung dapat lebih mudah mencari apa yang di inginkan dan mendapatkan informasi yang menarik di blog ini.